Boalemo — Ketua Komisariat Hukum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Boalemo, Rahmat Hambali atau yang akrab disapa Ipal, secara resmi menutup kegiatan Basic Training yang diselenggarakan oleh HMI Komisariat Hukum. Kegiatan ini menjadi catatan penting dalam sejarah kaderisasi HMI di Boalemo, karena untuk pertama kalinya Basic Training dilaksanakan secara mandiri oleh tingkat komisariat.
Menurut Ipal, pelaksanaan Basic Training oleh Komisariat Hukum merupakan bentuk kesadaran organisasi untuk tidak terus bergantung pada struktur di atasnya. Ia menegaskan bahwa kaderisasi harus dimulai dan diperkuat dari akar rumput agar HMI tetap hidup, progresif, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Dalam sambutannya, Ipal menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh kader hijau hitam yang telah berkomitmen mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Ia menilai kehadiran para peserta bukan sekadar memenuhi agenda formal organisasi, melainkan menjadi bukti nyata kecintaan dan loyalitas terhadap HMI.
Ipal juga menyoroti kondisi mahasiswa di Cabang Boalemo yang saat ini masih didominasi oleh sikap apatis terhadap organisasi kemahasiswaan. Ia menyebutkan bahwa realitas tersebut merupakan tantangan besar yang harus dihadapi HMI dengan memperkuat kaderisasi dan membangun kesadaran kolektif di kalangan mahasiswa.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tantangan kaderisasi hari ini tidak cukup dijawab dengan mengejar kuantitas semata. Menurutnya, kualitas kader harus menjadi prioritas utama agar HMI mampu melahirkan insan akademis, pencipta, dan pengabdi yang bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridai Allah SWT.
Meski demikian, Ipal mengakui bahwa jumlah kader di HMI Komisariat Hukum saat ini masih terbatas. Namun ia optimistis bahwa kader-kader yang lahir dari proses Basic Training ini merupakan kader pilihan yang memiliki integritas, daya juang, serta potensi besar untuk membawa perubahan positif bagi organisasi dan daerah.
Basic Training ini mengusung tema “Rekonstruksi Arah Gerakan Kader melalui Basic Training yang Ideologis dan Transformatif”. Tema tersebut dipilih sebagai upaya untuk mengembalikan ruh ideologis kader HMI agar tidak terjebak pada pragmatisme, tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.
Melalui kegiatan ini, HMI Komisariat Hukum berharap dapat melahirkan kader yang memiliki kesadaran ideologis, daya kritis terhadap realitas sosial, serta komitmen perjuangan yang kuat untuk umat dan bangsa. Penutupan Basic Training ini sekaligus menjadi penanda awal penguatan gerakan kaderisasi HMI di Boalemo dari tingkat komisariat.
Tags
Kaderisasi HMI
