Boalemo - Setelah pemberitaan kemarin dipublikasikan, kondisi lapangan justru menunjukkan fakta yang lebih memprihatinkan. Di sejumlah titik di Kabupaten Boalemo, tumpukan sampah masih terlihat berserakan tanpa adanya penanganan berarti, sehingga memicu keresahan masyarakat.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan sampah masih menumpuk di ruas Jalan Desa Mohungo menuju Jalan Desa Pentadu Timur, turunan Jalan Perum Lamu menuju Jalan Perum Koko, serta jalur Jalan Perum Koko menuju Kampung Baru di kawasan Kompleks Proyek Bulalo Love, Jembatan Pasar Minggu dan beberapa tempat yang lainnya. Lokasi-lokasi tersebut merupakan akses utama yang setiap hari ramai dilalui oleh warga.
Jalan Desa Mohungo menuju Jalan Desa Pentadu Timur
Rahmat Hambali yang akrab disapa Ipal, Ketua Komisariat Hukum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Boalemo, mengungkapkan bahwa setelah berita kemarin dipublikasikan, ia kembali turun ke lapangan untuk melihat kondisi secara langsung. Namun, kondisi yang ditemukan masih jauh dari harapan.
“Setelah berita kemarin kami publikasikan, saya melihat langsung di berbagai titik dan ternyata sampah masih berserakan serta tidak pernah dilirik oleh Dinas Lingkungan Hidup,” ungkap Ipal.
Menurut Ipal, pembiaran ini mencerminkan lemahnya pengawasan dan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan lingkungan. Ia menilai bahwa jika kondisi tersebut terus dibiarkan, dampaknya akan semakin meluas dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Ini bukan cuma soal pemandangan yang kotor, tapi soal kesehatan publik. Jalan yang setiap hari dilewati warga justru berubah menjadi tempat pembuangan liar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ipal menyampaikan bahwa mahasiswa tidak akan berhenti hanya pada penyampaian aspirasi melalui media. Ia menegaskan bahwa ketika suara masyarakat tidak direspons, maka langkah lanjutan berupa aksi demonstrasi menjadi bentuk tekanan moral kepada pemerintah.
“Kalau aspirasi lewat media tidak diatensi, kami siap mengawal ini lewat aksi di jalan. Ini bentuk tanggung jawab kami sebagai mahasiswa,” ujarnya.
Ipal juga menekankan bahwa lingkungan hidup yang bersih merupakan hak dasar masyarakat yang wajib dijamin oleh negara. Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan pembersihan menyeluruh sekaligus menyiapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata.
“Jangan tunggu masalah ini makin parah baru bergerak. Pemerintah harus hadir sebelum masyarakat semakin dirugikan,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Ipal menegaskan bahwa mahasiswa akan terus mengawal persoalan sampah hingga ada tindakan nyata di lapangan. Ia memastikan bahwa gerakan ini akan tetap berjalan demi terwujudnya lingkungan yang bersih dan sehat di Kabupaten Boalemo



